Tentang Agenkultur
Written by F.W. Pei
AgenKultur dilahirkan di ruang histeria papan-papan billboard, ikon-ikon massif globalisasi dan kemacetan budaya lokal. Tumbuh di tengah budaya makanan paket hemat cepat saji dan bius citra kemakmuran yang disuntikkan bisnis opera sabun. AgenKultur menyadari bahwa bahaya terbesar saat ini bukanlah rambut kusam dan berketombe atau artis gagal membina hubungan di layar TV. Tetapi di sekeliling kita adalah realitas nyata anak-anak putus sekolah, mereka yang terlantar di jalan, serta gubuk-gubuk kemiskinan di pinggir rel jalur bebas perekonomian global. AgenKultur adalah lembaga independen yang didirikan oleh sekumpulan orang-orang biasa yang bersepakat dan berupaya untuk melakukan perubahan dan perbaikan terhadap persoalan-persoalan sosial, lingkungan dan budaya, dengan pelibatan diri yang lebih dalam, dan kerja kolektif atas dasar kepedulian dan keadilan. AgenKultur adalah bukan kami, tetapi kita, saya, anda, gabungan individu-individu yang ingin memaknai hidup dan terlibat lebih jauh dengan mengambil peran sekecil apa pun itu untuk satu keyakinan: Perubahan.
Last Updated on 14 March 2010





